Mengapa Bayi Sering Menangis di Jam Tertentu? Ini Penjelasan Sebenarnya
June 21, 2026Banyak orang tua memperhatikan pola yang cukup membingungkan: bayi sering menangis di jam yang sama setiap hari. Entah itu menjelang sore, malam, atau waktu tertentu yang terasa “konsisten”, seolah ada siklus yang berulang tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini sering membuat orang tua bertanya-tanya, apakah ada yang salah, atau apakah bayi sedang mengalami sesuatu yang tidak terlihat.
Sebenarnya, tangisan yang muncul di jam tertentu sering kali berkaitan dengan ritme biologis bayi yang masih berkembang. Pada masa awal kehidupan, sistem tubuh bayi belum memiliki pola sirkadian yang stabil seperti orang dewasa. Artinya, mereka belum sepenuhnya memahami perbedaan siang dan malam. Seiring waktu, tubuh mereka sedang belajar menyesuaikan diri dengan siklus tidur, makan, dan aktivitas yang berulang setiap hari.
Salah satu penjelasan yang paling umum adalah peak crying period, yaitu fase ketika bayi cenderung lebih rewel pada jam-jam tertentu, biasanya di sore hingga malam hari. Pada waktu ini, bayi bisa saja sudah lelah karena rangsangan sepanjang hari, namun belum mampu menenangkan dirinya sendiri. Kombinasi antara kelelahan, overstimulasi, dan kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi sering muncul sebagai tangisan yang terlihat “tanpa alasan”.
Selain faktor biologis, kondisi lingkungan juga berperan. Menjelang malam, suasana rumah biasanya berubah: pencahayaan berbeda, aktivitas menurun, dan orang tua mungkin juga mulai lelah setelah seharian beraktivitas. Bayi yang sangat peka terhadap perubahan suasana bisa menangkap pergeseran ini sebagai sinyal yang membuatnya tidak nyaman, meskipun tidak secara sadar memahami apa yang terjadi.
Hal lain yang sering terlewat adalah kebutuhan bayi untuk regulasi emosi yang konsisten. Ketika tubuhnya mulai merasa tidak nyaman di jam tertentu, ia belum memiliki kemampuan untuk menenangkan diri sendiri. Karena itu, ia akan mengandalkan respons orang tua—digendong, disusui, atau hanya ditemani dengan tenang—untuk kembali merasa aman. Pola ini bisa berulang karena kebutuhan dasarnya memang terjadi pada waktu yang sama setiap hari.
Pada akhirnya, bayi yang sering menangis di jam tertentu bukanlah tanda masalah semata, melainkan bagian dari proses adaptasi terhadap dunia yang masih baru. Yang paling dibutuhkan bukan kecemasan berlebih, tetapi pemahaman bahwa tubuh dan emosi bayi sedang belajar membangun ritmenya sendiri. Dan di tengah proses itu, kehadiran orang tua yang tenang menjadi jangkar utama yang membantu mereka merasa aman kembali.


